1,527 total views, 2 views today
Bandung Lautan Api, 77 tahun yang lalu, adalah perlawanan yang sangat keras kepada penjajahan Belanda dan tentara Sekutu. Bandung Lautan Api adalah pilihan darurat untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia. Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Republik Indonesia, semula merasa ragu, apa perlu melakukan perlawanan terhadap penjajah dengan membakar Kota Bandung. Akhirnya Sjahrir menyerahkan putusan perlawanan itu kepada masyarakat Bandung. Bandung dibakar dan menjadi lautan api. Warga Bandung membakar kota Bandung agar tidak jadi markas tantara Sekutu dan NICA.
Sejarah Bandung Lautan Api mudah dilacak search engine internet. Bermula dari ancaman tantara Sekutu dan NICA agar Kota Bandung dikosongkan, dan senjata diserahkan, sampai terjadi beberapa bentrokan, dan puncaknya terjadi pada tanggal 23 dan 24 Maret 1946. Warga Bandung membakar rumah mereka dan mengungsi ke Bandung Selatan.
Hari Jumat, 24 Maret 2023, Kota Bandung memperingati hari Bandung Lautan Api di lapangan Balai Kota Bandung, dipimpin langsung oleh Walikota Bandung, Yana Mulyana. Acara ini diikuti oleh seluruh aparat Pemkot Bandung, pemuda, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung. Disusul dengan ziarah bersama di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.

Mempertahankan Kesatuan Indonesia
Banyak hikmah dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Antara lain tekad dan keikhlasan warga Bandung untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia, dengan harta dan nyawanya. Tak terhitung masyarakat Indonesia, khususnya warga Bandung, yang menjadi syuhada untuk Indonesia. Sebagian dari para syuhada itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, hampir di semua kota di Indonesia, antara lain di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.
Para peserta peringatan Bandung Lautan Api yang berziarah di Taman Makam Pahlawan, berdoa, menghormat, dan berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berjasa untuk Indonesia. Walikota Bandung Yana Mulyana bersimpuh di makam ayahnya Letjen TNI (Purn) Soepardjo bin Redjoprawiro yang dimakamkan di TMP Cikutra.
Setelah itu, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung, Yana Mulyana berdoa dan menabur bunga di makam Letjen (Purn) H. Mashudi, mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, bersama Kwarcab dan DKC Kota Bandung. Sampai saat ini Gerakan Pramuka diakui sebagai organisasi Pendidikan yang menanamkan sikap cinta tanah air dan setiap anggotanya berjanji untuk berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dari laporan data anggota Gerakan Pramuka tahun 2020, lebih dari 24 juta anak dan remaja Indonesia menjadi peserta didik Gerakan Pramuka. Peserta didik Gerakan Pramuka yang 24 juta itu tentu mempunyai ayah dan ibu. Para orangtua itu menyerahkan anak-anaknya dididik dalam Gerakan Pramuka karena mereka setuju dengan isi pendidikan di Gerakan Pramuka. Dengan modal sumber daya manusia berpuluh juta itu, dengan mewarisi semangat dan tekad Bandung Lautan Api, insya Allah, Gerakan Pramuka dan organisasi-organisasi lain di Indonesia akan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.
Sumber : Inharmonia.co.id

Comments are closed.